Tampilkan postingan dengan label ROMANSA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROMANSA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Aku Malu

Sakit lagi...sakit lagi..
Hal pertama yang terlintas di benakku saat ini. Kenapa kubilang seperti itu?Harus diketahui....aku baru saja sakit seminggu yang lalu...belum sembuh total, udah sakit lagi. Sakitnya sih biasa...flu, demam, batuk, khas anak-anak, padahal umur udah kepala 2.

Bukan aku tak mensyukuri semua ini. Tapi kadang aku berpikir sendiri, apakah aku tak terlalu manja karena sejak bersamanya aku selalu mengatakan keadaanku sakit...aku sakit....kepalaku pusing, dll. Kadang aku berpikir, mungkinkah ini hanya kamuflase saja agar aku mendapat lebih banyak erhatian darinya padahal kalau boleh dibilang apa yang tak dia lakukan untuk membuatku bahagia???Tak ada!

Lalu aku merasa malu. Malu pada diriku sendiri karena tak mampu bersikap layaknya wanita yang seharusnya bersama dengannya. Masih saja manja hanya karena sakit seperti ini. Hari ini tenggorokanku sakit. Radang atau panas dalam nampaknya. Salahku sendiri hari ini aku tak berusaha memeriksakan diri dan makan gorengan-akh...apa yang sudah dia katakan kemarin aku melanggarnya hanya karena aku tak mau melihat makanan itu mubadir di lab. dan akhirnya meng-iyakan ketika pengurus lab. menyuruku untuk membawanya. Sudahlah...ini semua memang salahku.


Karena itulah kenapa aku menolaknya. Aku tak mau membuatnya bertambah khawatir dan direpotkan olehku. Aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa mandiri dan aku ingin berusaha karena aku yang sekarang tak sepantasnya untuknya. Hanya saja ketidakpantasan itu lantas membuatku mundur...kalau aku tak pantas bagaimana caranya aku menjadi pantas itulah kuncinya.

Maka kau yang di sana, yang saat ini bahkan mungkin sedang berharap aku berada di sampingmu agar kau bisa merawatku, terimakasih untuk segalanya. Bahwa aku mencintaimu dan berusaha untuk menjadi seperti apa seharusnya seseorang yang berada di dekatmu, segalanya adalah benar adanya.


Aku mendambakanmu jauh sebelum kita bertemu...
Dan semua ini, aku ingin menjadi berarti di lain hari (^.^)

Rinduku Pagi Ini

Ada yang hendak terungkap, namun tak berucap
Kala mentari pagi muncul hari ini
Aku merindukan sebuah senyum penuh arti dan kecupan selamat pagi

Entah sudah berapa kali ini
Tapi aku selalu mengingatnya sebagai yang pertama kali


Dasar tiap manusia untuk menemukan bahagianya
Tersambung magnet-magnet penuh arti yang dikirimkan oleh Illahi


Kuingin pintu itu selalu terbuka
Bukan buatnya, bukan buat dia, bukan pula untuk dirinya
Tetapi untukku yang akan selalu memasuki ruang-ruang penuh misteri dalam hati

Hanya saja.....aku tak kuasa untuk memenangkan ego sendiri
Aku hanya ingin engkau bahagia...
Bahagia seperti yang kurasa

Rinduku...
Senyumku...
Kuteguhkan tuk selalu menemanimu
Meski suatu saat nanti kau tak kan lagi bergandengan tangan denganku

Ada apa denganku hari ini?
Aku merindukanmu setelah sekali lagi aku memimpikanmu hadir di tiap malamku







Selasa, 10 April 2012

Bulan-Bulan Lalu (Sedikit Romansa)

Gadis itu memandang ragu ke dalam hamparan laut di depannya. Ada berjuta kerinduan menghampirinya. Beberapa bulan lalu ketika dia bertemu dengan 'orang itu', banyak kisah, banyak harapan, banyak cinta yang kemudian terajut dalam waktu singkat. Kini di bawah alunan debur ombak, dia ragu.
beberapa bulan lalu....
" ...kamu hadir dalam setiap mimpiku, memberikan berjuta warna indah dalam hidupku..."
sebulan lalu....
"...perbedaan bukan jadi penghalang cinta kita untuk terus berjalan sayang...."
awal bulan ini....
"...aku melihatmu mulai berbeda..."

Dan keraguan itupun mulai muncul. Dia menatap nanar ke depan. Langkahnya goyah untuk meyakinkan bahwa dirinya mampu untuk berjalan ke depan.
" Kalau boleh kukatakan, aku ingin kebersamaan kita ketika awal kita saling mencinta "
" Kenapa?", orang itu bertanya.
" Karena semakin alam aku semakin takut untuk melihat tantangannya "
" Aku yakin kamu bisa..."
Gadis itu menggeleng, " Aku hanya berusaha...tapi aku takut..."
Orang itu mendekat dan pelukan hangat yang selama ini selalu dia berikan, memberi suatu kekuatan berbeda, " Kita cuma bisa berusaha. Biarlah kedekatan ini terus berjalan. Biarlah waktu menggerogoti lamanya kita bersama. Aku melihatmu dan engkau melihatku sekarang, akan sama rasanya dengan saat awal kita mencinta..."
Gadis itu mengkeret dalam pelukannya. Ada setitik airmata mengalir darinya.
" Waktu tak bisa dilawan sayangku...Kedatanganku, kepergianku hanyalah suatu proses alami keseimbangan alam. Andai kau tahu bahwa kita tak abadi, tapi akan selalu ada keabadian di balik itu semua "
" Aku takut kehilanganmu....."
" Kepercayaan yang kita jaga akan terus terukir hingga waktu tak mampu lagi berkata. Tantangan di depan semakin besar itu artinya kita harus berusaha menjadikannya sebuah langkah pembelajaran, sudah sejauh mana  kepercayaan itu terjaga...."
" Andai aku bisa melihat senyummu sebentar saja...."
" Tersenyumlah maka Tuhan akan mengantarkan senyumku padamu...."
Deburan ombak itu menghilang bersama angin malam yang mulai berhembus ke lautan. Gadis itu kembali menatap dalam kegelapan. Ada setitik harapan untuk semua keraguan itu. Awal dia mengenal 'orang itu' akan selalu menjadi awal segala hal yang waktu berikan.