Tampilkan postingan dengan label MY INSPIRATION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MY INSPIRATION. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

The Qoutes


Pernah merasakan bahwa diri kita bukanlah diri kita seutuhnya? Mudahnya....pernahkah kehilangan kepercayaan diri tentang kemampuan diri? Sedang mengalaminya? Ya, aku sedang mengalaminya kawan.


Bukan dalam masalah aku tak confident untuk tampil di depan umum, bukan yang seperti itu, tapi lebih kepada pencitraan terhadap diri pribadi akan kemampuan diri yang terombang-ambing oleh lingkungan dan pemikiran - pemikiran negatif (maafkan kalau bahasaku mungkin agak sulit dimengerti)

Mungkin saja kamu pernah menginginkan melakukan sesuatu yang hingga kini tak pernah terealisasikan olehmu. atau kamu pernah punya masalalu yang membawamu pada pemikiran bathin yang makin bertambahnya umumr mungkin akan membuatmu sadar bahwa suatu hari lalu kamu bisa melewatinya, kenapa sekarang justru takut???


Itulah kawan. Ketakutan dan kekhawatiran. Musuh terbesar kepercayaan dan energi-energi positif. Aku pernah baca bahwa kemampuan pribadi akan ditentukan oleh pemikiran kita hari ini (Anonim). Kalau misalnya saja hari ini aku ujian tapi aku berpikir aku gagal, bisa dipastikan 70% energi kegagalan akan masuk dalam tubuh dan hanya 30%-nya saja yang masih berfungsi untuk meyakinkannya. Sama halnya dengan aku tak tak yakin dengan sesuatu, ekstremnya bisa dipastikan 90% kegagalan untuk menyelesaikan sesuatu itu. Hal tersebut berlaku sebaliknya, aku yakin 100% dapat nilai A, Insya Allah Tuhan Maha Adil.

Lalu bagaimana kalau ketidakyakinan itu muncul tanpa kita sadari atau mungkin kita ingin menghapusnya, tetapi tak tahu bagaimana caranya?
Tiba-tiba saja aku mendapatkan ide kawan. manusia adalah makhluk visual, apa yang dia lihat akan menjadi kebiasaan untuknya. Selain itu manusia juga audioable bahwa apa yang dia dengar juga akan menjadi kebiasaan untuknya. Segala kebiasaan itu nantinya akan tertuang dalam sikap dan tindakan dalam rangka mengeksekusi setiap apa yang dia dengar dan dia lihat. Satu cara yang selalu bisa dicoba adalah biasakan menulis, melihat dan melakukan hal-hal baik. Hal baik bisa beragam. Dalam segala kondisi segalanya bisa dilakukan kemudian tinggal kepercayaan yang mengambil alih.




Kadang aku ingin mengatakan pada diri sendiri untuk " BERANILAH BERMIMPI"

atau...


" YAKINLAH BAHWA SETIAP KEGAGALAN ADALAH LANGKAH TERJITU MENUJU KEBERHASILAN "

atau...


" SAINGAN TERBESAR MANUSIA ADALAH KETAKUTAN, KALAHKAN ITU MAKA JALAN MULUS DI DEPAN "


atau....


" MENJADI SEORANG WANITA ITU TAK SALAH, YANG SALAH HANYALAH KENAPA PERASAAN TAKUT ITU KITA PELIHARA "


atau....


" UNTUKMU CINTA, AKAN KUTUNJUKKAN BAHWA APA YANG MEREKA SANGKA SEBELUMNYA BUKAN REALITA "


atau....

" SATU TAPAK KEBERHASILAN, MENJANJIKAN LEBIH BANYAK KESUKSESAN "


atau....


" HIDUP ITU PERJUANGAN, YANG HARUS DILAKUKAN...TINGGALKAN RASA MALAS DAN MULAILAH SINGSINGKAN LENGAN "


atau...



" KAMI INI DICIPTAKAN SEBAGAI PEJUANG :) "


atau...

" AKU BISA BAHAGIA "

Senin, 21 Mei 2012

BREAKAWAY

Grew up in a small town
And when the rain would fall down
I’d just stare out my window
Dreaming of what could be
And if I’d end up happy
I would pray (I would pray)

Trying hard to reach out
But when I tried to speak out
Felt like no one could hear me
Wanted to belong here
But something felt so wrong here
So I prayed I could break away

[Chorus:]
I’ll spread my wings and I’ll learn how to fly
I’ll do what it takes til’ I touch the sky
And I’ll make a wish
Take a chance
Make a change
And breakaway
Out of the darkness and into the sun
But I won’t forget all the ones that I love
I’ll take a risk
Take a chance
Make a change
And breakaway

Wanna feel the warm breeze
Sleep under a palm tree
Feel the rush of the ocean
Get onboard a fast train
Travel on a jet plane, far away (I will)
And breakaway

[Chorus]
Buildings with a hundred floors
Swinging around revolving doors
Maybe I don’t know where they’ll take me but
Gotta keep moving on, moving on
Fly away, breakaway

I’ll spread my wings
And I’ll learn how to fly
Though it’s not easy to tell you goodbye
I gotta take a risk
Take a chance
Make a change
And breakaway
Out of the darkness and into the sun
But I won’t forget the place I come from
I gotta take a risk
Take a chance
Make a change
And breakaway, breakaway, breakaway



Ketika Lobet dan Carjer ditemukan 
dan aku belajar sesuatu hal bahwa yang kecil pun kadang tetap harus diperhatikan

Chassing 21 tahun
Umur 5 tahun
Masih inginkah melekat disini???

Kamis, 19 April 2012

PERAHU KERTAS

MALAIKAT JUGA TAHU

"... mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia. dirinya bukan malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. tidak penting. ia sudah tahu. cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang." 




lelahmu...jadi lelahku juga 
bahagiamu...bahagiaku pasti 
berbagi takdir kita selalu 
kecuali tiap kau jatuh hati 

kali ini hampir habis dayaku 
membuktikan padamu ada cinta yang nyata 
setia hadir setiap hari 
tak tega biarkan kau sendiri 
meski seringkali kau malah asyik sendiri 

karena kau tak lihat 
terkadang malaikat tak bersayap 
tak cemerlang, tak rupawan 
namun kasih ini, silakan kau adu 
malaikat juga tahu 
siapa yang jadi juaranya 

hampamu tak kan hilang semalam 
oleh pacar impian, tetapi kesempatan 
untukku yang mungkin tak sempurna 
tapi siap untuk diuji 
ku percaya diri, cintakulah yang sejati 

namun tak kau lihat 
terkadang malaikat tak bersayap, 
tak cemerlang, tak rupawan 
namun kasih ini, silakan kau adu 
malaikat juga tahu 
siapa yang jadi juaranya 

kau selalu meminta terus kutemani 
dan kau s'lalu bercanda andai wajahku diganti 
melarangku pergi karena tak sanggup sendiri 

namun tak kau lihat 
terkadang malaikat tak bersayap, 
tak cemerlang, tak rupawan 
namun kasih ini, silakan kau adu 
malaikat juga tahu 
aku kan jadi juaranya



















Kamis, 05 April 2012

Si KECIL Telah Menjadi BESAR

Setahun, 2 tahun, 3 tahun...hingga akhirnya 5 tahun. Tak sadarkah ia sekarang semua mata tertuju padanya. Semua pembicaraan mengarah padanya, dan semua pujian hanya untuknya. Ketika dulu, dirinya haya dianggap seonggok tubuh tapa arti, lalu apakah ia sekarang? Kerajaan hampir menjadi miliknya.
Aku menilik matanya yang tajam. Tak ada senyum, tak ada sedih. Semburat dalam wajahnya kutahu adalah arti bahwa dia bisa bernapas lega sekarang. Tapi tidak. Ia masih ingin berjuang. Satu kerajaan tak akan cukup untuk segala yang ia butuhkan entah 5, 10, 30 bahkan ratusan tahuh kedepan saat ia masih diberi umur. Tak akan cukup.
Aku tersenyum dengan keberaniannya. Kusaksikan betapa ia dulunya hanyalah ejekan paling mudah yang bisa ditemukan para bully itu. Kulihat betapa ia dulunya hanya bisa diam, pergi dan jauh dari kehidupan yang harusnya bisa juga ia nikmati. Sakit hati jelas, meski ia selalu menghadirkan senyum untuk menutupi semua kekurangannya.
Namun itu terbalaskan sekarang. Para bully itu mungkin hanya akan menundukkan kepala saat ia tahu seperti apa dia-yang-dulunya-mereka-bully sekarang. Tak kan berani mereka melontarkan kata-kata yang sama seperti 5 tahun lalu. Malu, jelas sekali. Mereka para bully akan malu dengan sendirinya.
Aku meliriknya lagi. Ia sekarang mencoba berekspresi. Senyumnya mulai mengembang dan ia berjalan mendekat. Cara jalannya saja kalau boleh kubilang tak seperti dulu. Gagah, tegap, jelas dan mantap. Semua cara jalan Sang Raja jelas sekali ada padanya. Apa yang ia kenakan tampak anggun dengan siluet tubuhnya. Dan cahaya matahari di belakang menimpanya dengan kehangatan. Aku terpesona.
Ketika ia sudah dekat, tangannya yang sejak tadi tersimpan rapat di samping kanan-kiri tubuhnya bergerak kepada para bully di depannya. Senyumnya mengembang dan mulutnya terbuka, " Si KECIL telah menjadi BESAR ".
Aku menatapnya dalam tirai air mata keharuanku akan dirinya.

Selasa, 07 Februari 2012

MY COACH


OL malem-malem sekedar mengisi kekosongan karena nggak bisa tidur dan lumayan wifi agak cepetan, aku jadi tertarik dengan foto para pelaihku di Marching Band. Seru, lucu dan unik untuk diceritakan, hehehe...

Bagiku mereka ini orang-orang hebat. Bagaimana tidak, dengan status yang masih sama yaitu mahasiswa dan mahasiswi bahkan banyak yang sudah tingkat akhir atau bahkan sudah ada yang lulus dan bekerja, walau tak sedikit pula yang satu angkatan denganku, tapi mereka tetap profesional.Disela jadwal akademis mereka, mereka masih tetap eksis saja melatih kita meski tak jarang slentingan, kritikan, saran bahkan cacian di belakang banyak yang kita (terutama player) lontarkan pada mereka.

Okelah, aku hanya ingin berbagi tentang bagaimana pelatih-pelatihku ini mengajariku. Ini kulakukan hanya agar aku selalu mengingat bahwa aku bisa seperti ini sekarang adalah berkat mereka juga.

Dimulai dari kiri ke kanan
Mas Agil panggilan akrabnya. Setelah nama Cempluk tenar, dia orang pertama yang ikut-ikutan memanggilku Cempluk. Senyumnya menghangatkan siapa saja yang menatapnya. Dan dia sosok pria dewasa idaman setiap wanita (cieeeeee). Mas Agil menjabat sebagai koordinator pelatih atau pelatih utama. Karena jabatannya itulah aku hanya melihat Mas Agil saat display atau gabung musik saja, saat section entahlah mungkin dia sedang dibelakang mengerjakan skripsi (hee :P)

Mas Asep pelatih drill. Sekali kamu salah langkah, teriakan 'cut'nya yang agak-agak samar-becek gitu jelas akan mengganggu telingamu(hee). Dia satu-satunya pelatih yang sudah bekerja. Sikapnya tegas tapi suaranya kalau pake corong kehidupan sungguh tak akan jelas (haa)

Ini dia neh, salahsatu pelatih yang seangkatan denganku Mas Ricko pelatih hornline (middle). Salahsatu pelatih yang tak gampang menyerah. Apapun tantangannya selagi dia masih hidup dan bernapas, pasti akan dihadapinya. Satu lagi, dia adalah tipe pelatih yang memberi semangat dengan penuh semangat :D

Mbak Kiki pelatih pits instrument. Awalnya aku mendapat kesan mengerikan dengan mbak-mbak ini,tapi setelah kenal orangnya justru rusuh dan berisik haaa. Pernah sih kena marah tapi so what gitu loh haa

Nahh, ini nihh pelatih hornline juga (high) plus menjabat sebagai FC 1 2011/2012 tante alias Mbak Iroh. Benar-benar rusuh sejak mengenal Cempluk karena dia menilai Cempluk mengusik ketenarannya (haaa). Tiap kali ketemu Cempluk, adaaaaa ajaaaa alasannya untuk godain dia.

Next pelatih paling galau sedunia pelatih CG alias Mas Abes alias Mas Andra Bedi(bla-bla-bla). Dia adalah pelatih yang memiliki kepribadian ganda. Dalam lapangan dia seolah-olah ingin membunuh Cempluk (tiap hari adaaaaa ajaaaaa teriakannya Cempluk-Cempluk-Cempluk...erghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh), tapi diluar lapangan jiahhhh-Pluk comment statusku donk, eh Pluk ajakin temen-temenmu donk, Pluk2 emang beasiswa itu ada ya, Pluk-aku nitip raket ya...dan Pluk bla-bla-bla hahahaha

Pelatih hornline (low) Mas Denny, behhhh-sangarrr broo. Sekali saja kamu disuruh niup sol malah jadi do, silahkan saja nikmati kebersamaannya ahahahahahahaa....

And the last Mas Dikung, pelatih battery. Dia super tegas, tapi super motivator juga. Tindakannya selalu tak terduga dan gayanya....casual but cool man.

So itulah sekilas tentang pelatih-pelatihku di Marching Band tahun lalu (GPMB XXVII). Bagiku mereka cerminan dan apa yang telah mereka sampaikan adalah pengalaman, dimana pengalaman adalah guru terbaik sepanjang masa. Trims for my coach...telah membuat saya BISA!


Senin, 06 Februari 2012

5


         Tahu games Plants VS Zombie?? Atau lucunya The Happy Tree Friends meski sebenarnya sangat tidak layak ditonton karena penuh dengan adegan sadis , atau tahukah kalian bahwa jiwa Bhineka Tunggal Ika telah mendarah daging dalam diri orang Indonesia?? Pasti bingung jawabnya. Itu hanya sepenggal lirik pembuka perjalanan tulisan-ku yang hadir dalam dimensi lain sebuah kisah nyata dengan tambahan bumbu imajinasi dan sedikit rekayasa.
            Kami berlima, termasuk aku. Sekelompok anak-anak yang sedang beranjak dewasa, merantau demi sepenggal ilmu, dan menjalani kehidupan ini demi mengejar setumpuk impian di ujung pelangi sana. Kami ini hanya sekumpulan orang yang menyukai kesenangan, perdamaian, games Plants VS Zombie, sadisnya Happy Tree Friends dan yang jelas kebersamaan. Kami bukan anak-anak yang spesial, oh mungkin kata ‘anak’ kuganti saja dengan ‘remaja’ mengingat umur kami yang sudah lebih dari 10 tahun. Kami ini kumpulan perbedaan yang menjadi satu atau mungkin lebih tepatnya kami ini simbolisasi dari Bhineka Tunggal Ika-nya Indonesia.

            Papi
            Sesosok manusia Bali berwajah kalem yang diikuti oleh semua gerak-geriknya. Nama aslinya sebenarnya adalah Made Dharma Yasa Putra Mahardika Asli Pulau Dewata (tiga kata terakhir bukan termasuk namanya.red). Di antara kami semua mungkin hanya Papi sosok yang paling bisa dijadikan contoh kewarasan otak kami berlima. Selain itu inilah kelebihan papi yang semoga bisa dijadikan contoh semua orang, dia adalah sosok paling suka menolong, sosok paling suka membantu, dan sosok yang paling dermawan. Apa saja masalahmu, asalkan Papi ada waktu-tapi kadang tetep diusahain bantu-dia pasti akan datang membantu. Kalau di film-film superhero Papi bisa digambarkan sebagai sosok hero tapi bukan yang ‘dengan kekuatan bulan akan membantumu’. Deket banget denganku, tempat curhatku, dan tebengan sejatiku.

            Mami
            Jangan salah kira ini adalah pacar ataupun seseorang yang spesial bagi Papi (a.k.a Dharma). Namanya Dayu Diah Widyantari. Sosok cewek Bali yang bongsor dan sering dijadikan bahan lucu-lucuan kalau kita kehabisan ide gokil. Mami ini temen yang paling enak buat minjem uang,heEe (hutangku lunas ya Mam….tanpa bunga-kan ya). Selain itu dia juga asyik buat bercandaan ataupun mengusili orang. Suka banget dengan yang namanya kesadisan, pembunuhan, psikopat, dan apapun namanya yang penting ada darah mengucur deras. Pencetus ide untuk nonton Happy Tree Friends dan Keramat.

            Dita a.k.a Gita
            Jika kusebut Anggita Dwi N pasti kalian kira aku salah tulis namanya. Tak ada nama Dita di sana kan??? Dan aku yakin dengan pasti kalian pasti menganggap sosok yang satu ini tulen keturunan kaum hawa. Maaf saudara-saudara, kawanku yang satu ini adalah asli 100% cowok normal. Hanya saja namanya agak aneh karena lebih menggambarkan fisik cewek daripada cowok. Tapi itulah namanya orangtua, kadang suka memberikan nama yang artinya baik bagi mereka dan harapan mereka baik juga bagi anak mereka, hanya saja nama yang ada justru membuat si empunya nama kebingungan dengan jenis kelaminnya sendiri. Namun untunglah orangtua Dita masih pengertian dengan anak mereka, singkatan N setelah Dwi tak jadi mereka panjangkan dengan Nugraheni, tapi diplesetkan menjadi Nugroho untuk menyamarkannya, sehingga sampai sekarangpun Dita masih sangat yakin dia 100% cowok normal. Nama Dita diambil dari nama ceweknya atau mungkin singkatan dari namanya yang terlalu dipaksakan, yang jelas aku lebih suka memanggilnya Gita daripada Dita.

            Satriyo
            Satu karakter dengan Gita. Tinggi semampai, kulit putih idaman wanita, berkacamata, wajah oriental, menjadikannya sosok paling menipu. Kesan pertama darinya adalah genius atau keturunan China, tapi setelah mengenalnya kau akan tahu betapa sebenarnya dia tak ada darah China-nya sedikitpun. Hati-hati saja jika ketemu cowok dengan ciri-ciri yang kusebutin di atas, cowok ini entah karena memakai kacamata atau emang karena bawaan sejak lahir, indera penglihatannya sangat tajam.

            Aku
            Tak ada yang spesial dariku. Aku adalah sosok terpendek di antara kelompok ini. Paling suka nebeng Papi dan minjem uang Mami juga paling suka ditraktir tanpa balik nraktir, paling suka punya masalah dengan cowok, paling suka godain Satriyo dan Dita, dan paling suka berbicara tentang mereka.

Pemain tambahan :
            Mas Yunan
            Sebenarnya dia bukanlah anggota tetap dalam keluarga kami, hanya saja dia tiba – tiba muncul secara tak terduga yang membuat cerita dalam keluarga kami lebih seru. Co.Ass praktikum dendro Mami, Dita, dan Satriyo. Sudah menjadi rahasia umum kalau sebenarnya Mas Yunan itu masih seumuran kita, tapi karena termasuk angkatan 2006 kita maklum kalau dia lebih suka dianggap sudah berkepala 2. Badannya terbilang sangat subur hingga kau pasti akan mengira dia ini bola daging berjalan (ejekan Satriyo padanya), berkacamata, dan suka sekali bikin ulah dengan kami. Bisa dibilang dia itu rival kita berlima.

            Kami awalnya bertemu di suatu waktu yang sangat biasa untuk menemukan sesuatu yang baru. Ospek Maba 2009 UGM bulan Juni. Kami sama-sama dari satu fakultas hanya saja orang yang membagikan kelompok ospek menginginkan keadilan sehingga baik D3 maupun S1 dicampur jadi satu dari semua jurusan pula. Ospek tahun angkatan kami adalah ospek terbesar sepanjang sejarah berdirinya fakultas kami, terutama dari jumlah peminat yang akhirnya diterima masuk menjadi salah satu penghuni Gadjah Mada University.
            Kami ber-21. Dalam suatu kelompok yang diberi nama Ketapang. Tak mengherankan karena kami kuliah di Kehutanan. 2 pemandu yang sampai sekarang kami panggil kakek dan nenek, mengajari kami sejak awal untuk memupuk rasa kebersamaan atau lebih populer di kalangan kami dengan korsa. Mungkin karena itulah sampai sekarang kami masih sering bersama. Meski tak bisa lengkap 21 orang karena kesibukan kami, tapi 5 orang ini termasuk aku rasanya cukup mengobati kerinduan kami akan kebersamaan yang dulunya pernah kami rasakan.
            Berlima dan selalu berlima. Aku tak tahu kenapa harus angka 5 yang ada dalam kelompok ini. Hanya saja aku sangat bersyukur telah menemukan sosok-sosok paling aneh dan unik dari mereka. Teruntuk sahabat-sahabatku kupersembahkan sedikit kata-kata ini untuk kalian :). Meski sekarang sudah berbeda karena kesibukan kita masing-masing dan dunia kita sendiri-sendiri, tapi sepenggal kisah kita beberapa semester lalu akan tetap manis dikenang.


Sabtu, 04 Februari 2012

I Miss U

Sepagi tadi tadi aku baru bisa tidur, sepagi ini pula aku bangun (kalau masih boleh dikatakan pagi, hehehe)
Terbangun dalam pola tidurku yang amburadul, aku jadi terngat masa-masa ketika aku di Jakarta. Yah, kubilang itu masa-masa ketika aku di Jakarta karena aku memang saat itu sedang di kota metropolitan itu. Hanya saja aku tak berlibur disana melainkan untuk bertanding.
Yap, Grand Prix Marching Band XXVII (23-24 Desember 2011). Belum lama berselangkan kalau ini kutulis sekarang. Separuh waktu dan tenagaku kucurahkan hanya untuk mengikuti event paling bergengsi dikalangan anak marching ini.
Bagaimana tidak. Disana kau akan menemukan banyak persaingan, perebutan posisi dan kemeriahan. Tak ada lagi yang peduli IP-mu berapa, apakah kamu saat ini membawa uang seribu dikantongmu, apakah kamu sudah mandi atau belum,dan lainnya. Di sana yang akan kau tahu hanyalah bagaimana membuat penonton terkesima, bagaimana membuat hati juri terpesona hingga dia mau memberimu nilai tertinggi, bagaimana sebuah teamwork bekerja untuk mengurus segala keperluannya, dan bagaimana sebuah tim dengan nama besar diteriakkan namanya.

Sejujurnya saat ini, aku sangat merindukannya. Boleh jadi aku merindukan saat-saat aku harus tidur hanya 3 jam sebelum akhirnya aku akan latihan lagi dan GR dini harinya untuk kemudian bangun sangat pagi dan tampil. Kalau aku bercerita bagaimana rasanya itu sekarang, bahkan aku tak akan melihat sisi beratnya. Yang ada hanya aku bahagia dan aku puas. Bahagia karena aku mampu melewati tantangan itu hingga akhirnya aku berdiri di Istora dan puas karena aku mampu membuat penonton terkesima.

I miss you....


Kalau suatu hari nanti aku masih diberi kesempatan untuk mengulang hari bersejarah itu, akan kupastikan aku ada dalam tim ini. Viva Marching Band UGM :D

Andaikan Aku Adalah Kamu

Pernahkah kamu berpikir tentang siapa dirimu sebenarnya? Atau bahagiakah kamu dengan hidupmu saat ini?
Pernahkah terlintas dipikiranmu bahwa kau mungkin akan lebih bahagia jika saat ini kau bukan dirimu saat ini alias orang lain. Atau dalam bahasa sederhananya " Mungkin aku lebih senang jika saat ini aku adalah orang lain"


Saat aku kecil aku tak pernah memikirkan siapa aku atau bagaimana wajahku atau aku harus pakai baju apa nanti atau siapa temanku atau sudah punya pacar atau belum, etc. Tapi ketika aku mulai bertambah umur dan hidupku tak lagi semulus yang kuharapkan, aku sering berkhayal jikalau aku bukan aku saat ini. Mungkin aku akan lebih bahagia jika bisa duduk manis di ruang kuliah tanpa memikiran makan apa aku nanti, uang kosku sudah dbayarkah atau mungkin siapa yang akan mengajakku jalan-jalan nantinya.


Tiba-tiba sepagi ini terlintas kembali pikiran itu. Aku kembali berharap aku bukan aku saat ini. Mungkin aku ingin menjadi seorang artis terkenal atau mungkin pewaris kekayaan dari sanga ayah yang seorang pejabat atau mungkin penulis buku terkenal atau mungkin seorang anak dosen di sebuah universitas ternama atau mungkin hanya seorang anak dari keluarga sederhana yang hidupnya selalu berkecukupan kapan saja. Tapi itu semua bukan aku. Aku masih duduk di sini, pukul 4 pagi mengetikkan sebuah curahan hati dan mengungkapannya lewat rangkaian kata yang mungkin membantuku untuk melapangkan beban ini.


Berbeda. Mungkin itu yang ingin kucari saat ini. Aku ingin sesuatu yang berbeda, hanya saja aku takut untuk melangkah ke depan, maju dan berusaha. Malu untuk keluar dari zona nyaman, malu untuk kemudian dikatakan dewasa, dan malu untuk mengubah diriku seperti layaknya apa yang seharusnya aku lakukan sejak dulu. Aku hanya akan tetap menjadi aku...


Kalau saja orang disekitarku mengerti, kalau saja mereka melihat dan mendengarku....aku hanya ingin mereka memahami bahwa aku menginginkan sebuah perbedaan. Aku tahu aku tak mampu menemukan perbedaan itu sendiri, tapi mereka...yang berada di sekitarku, pasti akan sangat membantu.


Lenyap. Semua itu khayalan semata.


Menjadi orang lain mungkin akan terlihat menyenangkan, menemukan sebuah perbedaan bersama orang lain pasti rasanya akan sangat hebat. Tapi itu tak mungkin. Aku egois kalau seperti itu.




Lalu aku sadar....perbedaan tdak diciptakan oleh mereka, tapi kita sendiri. Untuk apa kita mencari kalau kita bisa menemukan dengan sendirinya hanya dengan satu langkah....KELUAR DARI ZONA NYAMAN DAN TATAPLAH DUNIA.


Dan kemudian mataku terbuka...aku memang bukan orang yang akan selalu bahagia setiap saat. Aku memang akan selalu khawatir akan segala hal ataupun masalah yang kuhadapi. Aku memang masih mengandalkan orang tua masalah keungan, aku bahkan sampai sekarang masih mempunyai tanggungan yang belum kuselesaikan. Tapi itu aku. Aku yang mudah sekali terhasut oleh bujukan, aku yang mudah sekali pasrah akan keadaan, aku yang tak cantik, aku yang tak selalu bisa menyelesaikan semua masalah yang menghadang, aku yang pendek, aku yang selalu tertawa sebagai tanda bahwa aku bahagia dan bersemangat,aku yang......semua tentang aku.


Aku benci dengan diriku sendiri.....tapi aku lebih benci kalau dalam hidupku aku tak mampu menghargainya.
Aku berharap sekali ingin menjadi orang lain.....tapi aku lebih mengharapkan aku seperti adanya aku untuk oranglain