Tampilkan postingan dengan label GOKIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GOKIL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2013

MENU MAKANAN

Dan hari ini aku akan bercerita tentang makanan.
Entah karena mungkin makin kesini aku semakin menganggur jadi aku lebih sering kuliner (baca: burjo) hahaha....

Jadi ceritanya ini beberapa pengalamanku dengan makanan yang biasa menjadi luar biasa. Kok bisa??? Bisa donk...let's check this out


1. Intel Rebus Berprotein Tinggi
Intel rebus merupakan makanan yang paling sering aku pesan di burjo. Ind*mie rebus dicampur telor nggak lupa pake sawi yang agak banyak dan ditemani segelas besar p*p*c* vanilla blue. Nyam nyam...sarapan jadi cukup menggiurkan.
Ceritanya hari itu aku lagi nyidam banget intel rebus. Akhirnya setelah mencari burjo terdekat, jatuhlah pilihan pada burjo depan kost-an, selain dekat juga karena aku malas untuk mencari tempat lain (saking laparnya). Setelah kupesan menu di atas, datanglah bersama kebul kebul tanda panasnya makanan dan langsung kusantap. Secara tradisi nenek moyang, aku nggak lupa berdoa donk (wussshhhhhh...angin semilir, wajah kinclong makinclong). Tak ada tanda - tanda mencurigakan dengan menu yang kumakan. Kusantap saja hingga hampir habis dan rehat sejenak untuk mengintip hape (sebenarnya aku makan sambil baca komik conan, secara dikost sinyal lelet dan ternyata burjo ini lumayan recommended untuk sinyal hahahahaha *ketawa setan)
Setelah beberapa saat baca, kulanjutkan menyuap beberapa mie dan kusisakan sayuran berupa sawi untuk kusantap di akhir (kebiasaan). Kubaca lagi....kusantap lagi....kubaca lagi....kusan...

Eh-eh apa itu???
Bentuknya kecil dan agak lonjong, berwarna kuning-putih pucat (mungkin karena udah kecampur kuah kali ya), dan ADA MATANYA!!!

DAMNNN!!!
Itu ULAT coyy.....*ngelus dada

Aku krik-krik dengan ulat yang entah kenapa nangkring di salahsatu sisi mangkuk. Udah mati emang, tapi SIAL BANGET kan ternyata selama aku makan ada mayat itu ULET disitu. Masya Allah...maafin dosa saya Tuhan...hiks :'(

Setelah kejadian mengejutkan itu, aku baru sadar kemungkinan darimana asal si ulat. SAYURAN A.K.A SAWI. Weallah...mungkin saja mas burjonya nggak nyuci dengan bener tuh sawi jadinya masih nyisain ulet deh -_-".

Tapi untungnya guys, makananku sudah hampir habis. Jadi ketika kejadian melihat ulet itu menjadikanku malas melanjutkan makan, setidaknya perut sudah kenyang dan nggak sia - sia bayar.

Berpikir "Jangan - jangan tadi nggak cuma nemu satu ulet, tapi udah terlanjur kemakan"
*Ah whatever lah hahahahahaha


2. Lotis Merah
Lotis siapa sih yang nggak kenal sama segarnya dan pedes plus asem - asemnya itu. Dimana - mana orang jualan dan pasti laris manis karena Yogja emang lagi panasnya naudzubillah.
Oke, well hari ini aku harus mengikuti kerempongan salahsatu teman yang sedang mengejar yudisium. Karena aku baik hati (sebenarnya karena sogokan traktiran sih, kan lumayan hahahaha), berangkatlah aku dan si teman mengurus itu semua. Sebelumnya kupikir akan segera kelar (karena aku pernah juga mengurusnya), ehh tapi ternyata berkali - kali salah dan di dalam kampus nggak ada fasilitas fotocopyan ataupun rental (kasian...). Walhasillah kita bolak balik keluar kampus cuma buat benerin spasi nama, kop, dsb a.k.a rempong.
Menjelang akhir kerempongan itu, di saat kami sedang menuju salahsatu rentalan yang sebelumnya kami juga ke sana, terlihatlah bapak - bapak penjual lotis. Matahari semakin terang, badan semakin lemah, tenggorokan semakin kering, perut sedikit keroyokan, akhirnya berhasillah mereka membuatku untuk mendatangi bapak sang penjual untuk menanyakan harga (kirain mau beliii, hahahaha). Yee...aku tetep beli yeee :P

"Bungkus ya pak, satu", kataku.
"Oke neng...", asekkk bapaknya (-_-")
Aku menepi karena takut kena matahari dan sambil melihat sang bapak penjual menyiapkan pesananku, kukeluarkan si hape. Sinyal lumayan.
Tapi kemudian....elek!
Heh...aku menyerah.
Dan demi menghilangkan kebosanan, akhirnya kulihat saja sang bapak penjual meracik lotis.
Bengkoang, set set set....diiris.
Mangga muda, set set set....diiris.
Timun, set set set....diiris.
"Wuih tajem bener deh pisaunya..., gimana kalau kena tangan tuh"

Beberapa detik kemudian
Set set set....diiris....
Aku : (memperhatikan jari telunjuk)
Masya Allah darah coy....

Aku : (nelen ludah)
Si bapak penjual = (melanjutkan bekerja)
Aku : (hendak membatalkan pesanan tapi nggak enak karena udah nungguin dan dibuatin)
Si bapak penjual = (mungkin merasa diperhatikan atau perih, belum selesai pekerjaannya dia ke arah samping gerobak dan mencuci tangannya)
Aku : (masih nelen ludah dan memperhatikan)

Beberapa menit kemudian
"Neng, ini pesenannya"
Aku (gelagepan), "Eh iya pak...", kuserahin uang pas dan buru - buru pergi tanpa mendengar ucapan terimakasih sang bapak.


Sampai di kost....
Lotis masih terbungkus rapi.
Perut : LAPERRR COYYY....
Aku  : Buang aja kali ya...
Perut : Jangan coyy, makan aja...
Aku   : *nyerah

Kubuka lotis dan ketika hendak kumakan (SUMPAH MASIH KEDERRR INGET DARAHNYA SI BAPAK T_T)

:D
Tapi jangan khawatir, ada banyak jalan menuju Roma...hahahahaha

Akhirnya tanpa pikir panjang, kuambil air minum dan kucuci itu lotis sebelum kumakan.
Hasilnya.....rasanya sedikit berkurang, tapi daripada harus berasa darah (Wewww!)

Senin, 18 Maret 2013

2 KATA KERJA

Hallo....lama tak merangkai kata di sini hee :)

Sehari sebelum hari itu dan banyak cerita. 2 kata kerja, tapi hikmahnya luar biasa.

" Fokus dan Membantu "






                 DAN





Ada yang spesial dari 2 kata itu. Bagaimana tidak? Hari yang harusnya bisa kumanage sedemikian rupa ternyata mengimbuhkan beberapa bumbu - bumbu yang ternyata semakin menyedapkan pandanganku (*ups) haaaa-bukanlah maksudnya kehidupanku (wuuuu :P)

Dan hari ini belajar dari kata fokus, yups....simple banget sih sebenernya. Acara penelitianku yang Alhamdulillah hampir mencapai tahap akhir ini (ceilllah) berada dalam taraf sejahtera karena aku sudah pulang (ke rumah) alhasil memang sekarang aku yang mengurusnya. Tapi ingat...sejak ia kutinggalkan PU SILIN selama 2 minggu siapa yang mengurusss???? Well, ada 2 orang (sebenarnya 3 sihh), DPS dan partner penelitianku, untungnya mereka mau membantuku hingga pengambilan ke IV. Oke ingat baik - baik ya angka romawi yang kutuliskan itu (PENTING).

Dan aku seperti biasa telah membuat jadwal serinci mungkin dengan target - target yang harus ditembus (klo tembus dapet bonus lho :D -->> yakaliii (--"))
Dibawah ini jadwal penelitiannya =

"JADWAL PENELITIAN"
Senin, 18 Maret'13 = penimbangan seresah IV, masukin amplop seresah V, sterilisasi
Selasa, 19 Maret'13 = pembuatan CSA (PDA baru bisa dibuat setelah dextrose ada)
Rabu, 20 Maret'13 = sterilisasi
#penimbangan seresah V menyesuaikan adanya oven dan waktu :D 
*jadwal bisa berubah sewaktu2 sesuai sikon ^_^

Jadwal di atas harus men-sinkronkan jadwal harian, seperti ini =
JADWAL
Senin, 18 Maret 2013 = jam 07.30 upacara pelepasan KKN
Selasa, 19 Maret 2013 = jam 11 mengerjakan uji benih (PU SILIN), konsul proposal cuii
Kamis, 21 Maret 2013 = kumpul KKN
*Klo gak Kamis sore, Jumat pagi penerjunan

Yups, mari fokus saja di hari ini, yepsss...adakah kalian para pembaca yang budiman menemukan keanehan??
yupss....selamat buat Anda - Anda yang pintar menemukannya, yang bingung silahkan hubungi dokter mata haaa.... :D
Dengan bangganya aku telah mengoven sampel yang sudah diamati dua minggu lalu oleh si partner dan aku melalukan penimbangannya lagi hari ini (behhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!NGAPAIN COBAAAAA --->>> TERIAK KE OVEN)
hahahahahahaha......sumpah fokus emang bener - bener penting di saat segalau ini T_T. Endingnya aku baru sadar setelah seperempat sampel kutimbang dan akhirnya menutup buku orange plus manyunn)

Dalam hati, " ngapain coba ngelab sampe sore buat nimbang sampel yang nyata - nyata datanya udah diambil kemarin Ngerjain yang lain kek...malah numpuk deh akhirnya ", behhh

Hahahahahaha



Oke sekian cerita saya (hah???apa???ohh ehh heee lupa.... :P satu lagi ya tentang MEMBANTU) yep! Entahlah kenapa hari ini auraku seolah sedang mengundang banyak masalah di hari yang berurutan.
Jadi ceritanya...

Minggu pagi saatnya sunday morning. Hola - holo bersama kawan demi mencari setitik nasi (opo meneh?!) dan tepat di tengah kerumunan hp berbunyi
' tik tok tik tok tingkling tingkling...teng tong....teretetettttttt....(bla-bla-bla) '
' hallo...'
' dek-lagi dimana?'
' ini siapa ya?'
'...-ri m-u mi..long ambilin alat di lab, sekarang lagi dimana'
' ha?apa?nggak jelas?'
' suaranya nggak jelas e'
(30 menit kemudian)

Tarik tangan kawan keluar kerumunan. "Eh-mau kemana?". "Ke lab", kataku. " Ngapain??", tanyanya. " Ambilin alat"
Meluncurlah kita ke lab dan mendapatkan 4 alat yang biasa kupakai untuk pengambilan data lingkungan. 
Sambil menunggu si embaknya yang pinjem alat datang, 1 jam kita nungguin sambil arisan.
1 jam kemudian...
semua alat sudah berpindah tangan
' makasih ya dek...'
' ya mbak sama - sama'
Pulang dengan bangga membawa senyuman (alay!)

Hari selanjutnya Senin, pukul 08:46
Sms masuk ditengah - tengah upacara, dari sang laboran
' Ta, alatnya kamu kasih semua? Ktmnya kamu taruh mana?'
Kubalas..
' Ya pak,wah gak tau kemarin nggak ngasih '
15 menit...
' Alatnya jangan dikasih semua, itu buat yang lain....(kena marah)'
Aku cemberut (plissss God, apa salah guwehhh)


Dalam hati, "mana aku tahu mbaknya pinjem alat apa, dia nggak bilang juga toh dimasukin semua tuh alat ke tasnya. Aku kan cuma disuruh ngambilin aja " hedehhh (--")

'membantu kadang justru membuat kita celaka' -_-"


Sabtu, 12 Januari 2013

Me and Poo

Hay...lama nggak nulis jadi pengen posting sesuatu yang baru. So....bakal gue kenalin temen baru gue di kamar ^_^
Jeng - jeng......namanya Poo <3

Boneka panda lucu gedhe imutttt nggemesin >,<
Thanks to Aa <3



Inilah kegilaan gue dan Poo :
Poo saat pertama kali melihat dunia (Aa and ai)
13 November 2012 (night)

Poo in my room ^_^

Ceritanya lagi naik banana boat


 Ini mau nge-kiss ceritanya tapi wajah-ku penyok


Ini versi lain naik banana boat 


Lihat tangan gue ne (Berani!!!)


Awwww-helppp...


Hufh-capek deh....*hahahaha

Sekian ceritaku dengan si Poo ^_<
Sampai jumpa lagi.....

Senin, 25 Juni 2012

1 JAM = 40 MENIT



Hari ini, Selasa 25 Juni 2012. Teknik Silvikultur jam 07.15-09.00 ruang VI nomor 20
Satu kisahku hari ini, sebagai mahasiswa tingkat (hampir) akhir, aku mungkin termasuk yang bisa dibilang fuck banget. Ya gimana enggak, hari ini aku terbangun pukul 03.00, belajar khusus buat hari ini, tapi......kenapa aku bisa telat datang ujian, sekali lagi ujian bukan kuliah dan telatnya....
1 JAM!


 Ini kisah lengkapnya:
Dan pagi ini dimulai dengan sesuatu yang "sempurna". Bangun pukul 03.00 tepat sesuai rencana. Karena ujian jm 07.15, ada baiknya untuk belajar dulu :)

Hingga pukul 05.00 masih sempet update status "desfect core" setelah baca suatu kalimat di buku Silvikultur dan entah kenapa, tiba-tiba saja aku sudah merasa ujian.


--------------------


But reality: aku tertidur dan baru bangun JAM 8 BROOOOOOOOOOOOO....
Sadar ujian telah dimulai 1 jam yang lalu, bergegas mengambil apapun yang bisa dipakai dan langsung ngacir ke kampus.


Entah alasan apa yang bisa membuat 2 penjaga dan 1 dosen itu memperbolehkan aku untuk tetap ikut ujian (sembah nuwun) dengan catatan waktunya hanya sampai akhir ujian saja, sama dengan yang lain.....40 menit saja.


Pak dosen, " Mbaknya berani dengan waktu segitu?"
" Ya pak saya berani", berusaha menampakkan wajah yakin dibalik kumal dan rusuhnya wajahku.

Akhirnya seperti di film-film aku langsung masuk dan mengerjakan soal tanpa melihat petunjuk soalnya, tanganku gemetaran tapi otakku berusaha mencerna soal essay itu dengan cepat. Walhasil.....6 soal terselesaikan hanya dalam waktu 40 menit dan hanya satu hal yang kulupakan GARIS TEPI (itulah akibatnya aku tak membaca petunjuk soal, bahwa jawaban di kertas folio dengan garis tepi 3 cm). Sudahlah...hanya bisa berharap saja.

Yang kuyakin adalah.....aku tak merasa jawaban-jawabanku cukup mewakili point-point yang harus ada (mungkin akan berbeda ceritanya kalau aku tak terlambat yaitu tulisan akan sangat banyak dan point2nya baru nemu di menit-menit terakhir). Tapi kali ini semoga saja......


Hari ini....BERBEDA. Satu lagi ceritaku yang jelas sangat berwarna.

Senin, 18 Juni 2012

KISAH CEMPLUK


Siapa yang akan tahu kalau sebenarnya kesalahan yang kita buat dimasalalu justru membuka gerbang keberhasilan dimasa sekarang. Cerita ini mungkin tak semenarik cerita cinta para putri raja dan memang para tokohny juga tak ada yang keturunan raja, tapi kalau raja bonar mungkin ada. Kisah cinta yang dibumbui kenyataan bahwa ini mungkin hanya fiktif belaka semakin menarik perhatian bahkan para penonton sepakbola (okelah-malah ngelantur).
Maka dikisahkan pada suatu hari yang panjang dimana seorang gadis bernama Cempluk mulai merasakan bahwa hidupnya membosankan. Ketika dia berjalan di lorong kampusnya yang mirip sebuah rumah sakit ternama, tiba-tiba dia menemukan sebuah brosur  dengan tulisan:
“ PENDAFTARAN ANGGOTA BARU MARCHING BAND”
Dengan senyum mengembang dan angin semilir di sekitarnya, cerita pun dimulai.
----------------------------------
“ Siapp grakk…”
“ Band horn up…”
“ March time march and tu wa ga…”
“ Kiri-kiri-kiri…”
Aku melirik ke samping dan batinku saat itu, ‘ Kenapa kanan tak pernah disebukan? Toh itu akan berguna agar suasana latihan tak membosankan’
Jadi bayanganku saat itu, “March time march and tu wa ga…kiri-kanan-kiri-kanan-diam sedetik-kanan-kiri-kanan…”
Itulah kawan, sepenggal kegiatan ketika kita sedang latsar alias latihan dasar. Hal ini perlu dilakukan sebelum akhirnya kita mendapat materi yang lebih tinggi tingkatannya.
Oke-mungkin kita sebelumnya belum pernah bertemu ataupun kenal. Tapi tentu saja kamu akan tahu aku ini siapa karena sebentar lagi aku akan memperkenalkan diri. Akhir-akhir ini manusia sudah nggak bisa lepas dari yang namanya jejaring sosial. Dari mulai anak-anak ababil hingga yang udah tua-tua kenal dengan yang namanya facebook dan kini mulai meningkat kepada twitter. Tak mau dibilang ketinggalan jaman, meski muka tak pernah se-update fashionista, aku juga punya situs jejaring sosial itu. Awalnya biasa saja hingga aku mulai keranjingan update sana-sini hanya sekedar mengusir kejenuhan atau mengisi waktu luang. Lalu kemudian aku mulai kuliah dan jejaring sosial itu tak sekedar jadi situs update status doang, tapi udah mulai bermartabat perannya sebagai pencari teman baru terutama karena posisiku waktu itu masih jomblo (lalu???ohh-forget it)
Dan dimulailah kisahku bersama nama dari situs jejaring sosialku. Aku tak akan menyangka namaku akan terkenal dan jadi bahan olok-olokan menyenangkan semenjak aku masuk marching. Tak akan ada yang mengetahui bagaimana namaku bisa menjadi berbeda dari nama asliku, tapi tenang aku akan bercerita.
Dikisahkan bahwa jaman dahulu kala, saat di SMA aku memang mempunyai panggilan akrab. Setidaknya hanya teman-teman terdekatku sajalah yang memanggilku seperti itu dan seingatku itu hanya saat aku kelas XI saja. Panggil aku Cempluk. Entah asal muasalnya darimana tapi yang jelas sahabatku memanggilku seperti itu karena posturku saat itu yang masih cubby. Cempluk merupakan bahasa Jawa yang artinya cubby dan begitulah, saat situs jejaring sosial mulai meracuni otak-otak anak sekolahan termasuk aku, aku menamainya dengan Niets Cempluk. Mungkin dibilang alay namaku jika itu kubuat tahun sekarang. Api dulu ketika awal-awal meledaknya fesbuk, aku justru berpikir ulang untuk memakai nama asliku, takut ketahuan (hee). Dan di situlah. Tak bermasalah setelahnya aku memakai nama itu untuk situs jejaring sosialku dan teman-temanku tetap memanggilku dengan nama asliku. Benar-benar tak bermasalah. Hingga suatu hari, ketika aku ditakdirkan untuk masuk marching band dan bertemu dengan spesies-spesies yang sebelumnya belum pernah kukenal, aku mulai menyadari efek dari nama situs jejaring sosialku. Entah setan apa yang merasukiku waktu itu, tapi aku sangat keranjingan marching band beberapa bulan sebelum aku benar-benar bisa mendaftar ke sana (untuk yang kedua kalinya, bagian ini tak perlu kuceritakan di sini). Kurelakan hari-hariku ketika mereka tampil berparade atau yang lain untuk datang dan memfoto mereka. Aku sebenarnya tak ingin mereka mengenalku, tapi karena memang aku sudah berkawan dengan mereka di fb, iseng-iseng kutaq saja foto-foto mereka disana. Dan ketika aku benar-benar bisa merasakan suasana latihan, mulailah mereka tahu siapa aku sebenarnya.
Berkawanlah aku dengan Ical dan Ella. 2 spesies antik di section colour guard kami. Ical terutama biang keroknya karena dia entah iseng entah kenapa tertarik mencari namaku di google. Bukan kawan, bukan nama asliku tapi nama mediaku alias Cempluk. Lalu entah bagaimana caranya tiba-tiba semua orang memanggilku Cempluk.
Hahahaha-aku bahkan ingin tertawa sekarang kawan. Bagaimana nama itu tiba-tiba bisa terkenal begitu saja, padahal dulu orang jelas tak akan melirik siapa atau apa cempluk itu, hee :P. Tak berhenti sampai di situ kami satu tim bahkan punya yel yel tentang Cempluk.
“ Cemplak Cempluk Jos!”, kau pasti akan mendengarnya tiap kali kami tos.
Haaa-aku bagaikan boneka bagi mereka kawan. Tapi boneka kesayangan, so aku nggak akan merasa telah dibully. Karena entah kenapa, tapi aku memang tak pernah marah walau mereka menyanyikan lagu ulang tahun versi Cempluk.
“ Happy Birthday to you…Cemplak Cempluk Jos…Happy Birthday to you…Cemplak Cempluk Jos….”
Atau lagu Maju Tak Gentar
“ Maaaajuuuu tak gentarrrrrr….membeeeelaaaa yang benarrr…Cemplak Cempluk Jos…”
Semua itu seperti es di gurun yang panas. Penyejuk saat masalah datang dan tim kreatif di balik itu semua benar-benar telah membawakanku sebuah kebahagiaan.

Senin, 21 Mei 2012

Kisah Lobet Dan Carjer (Part 2)

Dan pagi ini dapet sms dari Hana :

'Mbak mas ini hp temennya ketinggalan di masjid, nggak tahu saya namanya. Tapi dia anak kehutanan, anak marching. Hp-nya saya bawa, bisa diambil. Takmir Masjid'

Sms dari Aa :
' ai ada berita baik...hp ai ditemuin takmir masjid...'


INTINYAAAAAAAAAAAAAAAA:




LOBET DAN CARJER DITEMUKAN!




Sekarang sudah nangkring dicolokan bareng listrik.(Nggak jadi galau :)

^_^
Alhamdulillah masih rejeki.

Minggu, 20 Mei 2012

Kisah Lobet Dan Carjer (Part 1)


Kata pertama yang muncul di kepalaku : DESPERATE!


Damn!


Hari ini nampaknya membawa banyak kisah di penghujung hariku. Banyak cerita dari yang lucu, seru, membosankan sampai akhirnya aku menuliskan ini dengan perasaan Desperate yang teramat sangat dan emosi yang sedikit meledak-ledak (maaf hari pertama PMS)


Hari ini dimulai dengan malam sebelum pagi dimana aku menghabiskan pulsa 4000 salah satu kartuku karena tak bisa tidur hanya untuk mendengar suaranya di ujung sana, hingga akupun terlelap dan tak sadar kalau jatah telpon sudah habis.

Lalu pagi…..praktikum jam 7 pagi terbangun jam 6.10. Lumayanlah untuk bersiap-siap. Tanpa sarapan tanpa persiapan kecuali air minum berangkatlah aku ke kampus dan menemukan kenyataan bahwa kampus masih sepi. Akh!


Dalam hati menggerutu, " Tahu gini mampir dulu kek beli roti ato susu…--__-- "
Ini baru yang pertama…



Yang kedua….
Praktikum baru dimulai jam 9….. Hedehhhh….


Akhirnya sebelum praktikum kita mampir dulu ke kopma lumayanlah ada sumbangan dari beberapa kepala yang menghasilkan beberapa bungkus Sari Roti, Permen Nano-Nano dan Ops plus beberapa botol air mineral (khusus untuk Ops-nya makasih ya,,,,akhirnya aku yang bawa sampe kos gara-gara nggak ada yang buka alias nggak sempet dimakan) :D


Kemudian dimulailah praktikum yang sangat rempong ini dengan beberapa kendala tapi untunglah otak anak-anak cling jadi ya dengan beberapa kegagalan justru membawa kita pada strategi hahahahaha #menghiburdiri



Lanjuttt……alhasil, dari strategi kita itu, 2 jam kita kelar SATU BARIS DATA. Dan lanjutlah kita dengan aktivitas paling menyenangkan…ISTIRAHAT.


Niat makan ditempat enak ehh….tutup. Walhasil membawa kita mencoba menu baru berupa empal gentong yang bagiku sangat kekurangan dengan porsinya. Wajarlah…..anak praktikum :)

Lalu, demi menjaga kewibawaan (gue anak jilbaban bro) setelah memenuhi hasrat untuk makan, kita mencari masjid terdekat untuk sholat. Disitulah segala ke-Desperate-an bermula.


Entah doa siapa yang saat itu merasuki pikiranku. Saat hendak sholat, selain mengeluarkan mukena dari dalam tas….aku juga mengeluarkan HaPe Lobetan-ku yang bernama Lobet.Sejak pertama kali memakai Lobet, kemana-mana dia nggak pernah lepas sama pasangannya yaitu Charger (kunamai Carjer). Lobet dan Carjer adalah pasangan paling fenomenal sepanjang sejarah aku memakainya. Pasalnya mereka selalu menuntut untuk dicolokin ke listrik tiap waktu. Sehari bisa 10x lebih aku mencoloknya kesana. Tapi tak apalah…itulah uniknya Lobet dan Carjer.


Nah….selesai sholat nih…aku melipat mukena, memandang ke seluruh bagian masjid dan menemukan tali penyala kipas angin. Saking panasnya, kunyalain saja itu kipas dan berhela-hela sedikit (Lumayanlah bisa diving-copas anak marching. Setelah itu, sambil menunggu salah satu teman aku terpesona dengan beberapa anak kecil yang ribet banget mau beli es krim. Sampe dibela-belain mas-mas penjualnya pula, tapi ujung-ujungnya yang beli cuma satu anak.


Kemudiannnn……………..kita lanjut praktikum lagi donk :)

Ketawa-ketiwi hahahihi….dan deg!



HAPEKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!

Damn! Si Lobet sama Carjer ketinggalan browwwwwwwwww….

Bingung hubungi siapa pake hape yang ditangan (yang nggak semua nomor tersave disana), cari-cari dilist phonebook siapa kira-kira yang bisa diminta bantuannya. Hingga akhirnya menemukan nama salahsatu co.ass tapi ujung-ujungnya nggak ada respon juga.


Niat hati pengen jalan lagi saja ke sana,tapi setelah dipikir-pikir jauh juga ya (posisi sudah berpindah bro) yang akhirnya mengurungkan niat dan menunggu hingga bantuan datang.


Setelah beberapa jam, akhirnya ada juga. Pake motor ngenngggggg………..menuju TKP.
Tengok kanan-tengok kiri, banyak orang hendak sholat Ashar, buka pintu dan menuju tempat Lobet dan Carjer dicolokkan dan………………………………….HILANG, GONE, MISSING, ILANG, LENYAP, RA ONO!


Demikianlah kawan ke-Desperate-an ku bermula. Si Lobet dan Carjer hilang, entah dimana, entah siapa, aku tak tahu. Lalu aku menuliskan ini sambil memandang langit hitam di atas sana :


Aku : (Membayangkan Lobet dan Carjer yang entah dimana)" Lobet…Carjer…maafkan aku, mungkin ini karma karena aku memakai Si Hitam  (Hape yang ditangan)tanpa meminta restumu. Kalian pasti kedinginan di sana, nggak ada yang ngasih kalian listrik…Lobet Carjer…maafkan aku "

Pembicaraan Lobet, Carjer, dan Si Hitam beberapa waktu lalu…
Lobet : "Hey Hitam…kamu kok baru muncul udah jadi primadonanya sih?"
Si Hitam : "Maaf ya Lobet…aku emang biasa jadi primadona kok. Kamu sendiri kenapa sekarang jadi dianggurin gini?"
Lobet : "Aku udah tua Tam…aku udah nggak kuat lagi. Tiap hari dikasih listrik bosennn >.< "
Carjer : " Betul Tam….aku juga. Dicolokin mulu ke listrik….bosennn >.< sekali-kali kenapa nggak air gitu, api ato apa gitu…"
Lobet : " Mungkin ini saatnya kita berdua menyerahkan tanggungjawab menemaninya padamu Hitam "
Hitam : " Eh-maksud kalian???"
Lobet dan Carjer : " Sudah saatnya kita pensiun :) "
Hitam : " Hah?!! Maksud kalian apa??"
Lobet dan Carjer : " ^_^ jaga si empunya dengan baik ya….harus kuat dan tangguh ya "
Hitam : " Tapi-tapi kalian…."
Ndretttttttt-ndrettttttt-ndretttttttttttttt (bunyi alarm)



Aku…memandang Si Hitam dan membayangkan Lobet dan Carjer disana (sedang honeymoon)

Si Lobet

















Si Carjer














Si Hitam


Gregetannnnnnnnnnnn!

Senin, 30 April 2012

CUMA BUAT MANDI

Nampaknya hari ini saya produktif sekali. Banyak cerita yang tumben-tumbenan ingin kubagikan di sini. Okelah...mungkin langsung dimulai aja kali ye...daripade gue kebanyakan cing-ceng geje :P

Dimulailah hariku ini dengan pagi yang nampaknya muncul lebih cepat. Padahal dalam satu minggu ini aku hampir bisa bangun pagi tiap hari. Bangun jam 8 tepat dan kuliah jam 9 membuatku segera beranjak menuju kamar mandi. Sambar handuk, kunci pintu dan melongok ke bak mandi...

DAMN!
Air di bak segedhe gaban gitu bisa habis?Siapa yang barusan mandi woii......Deru kemarahan memenuhiku tapi karena toh aku orangnya baik hati jadilah aku diam saja dan mulai menyalakan keran air. Orang sabar pantatnya lebar kataku dalam hati.

Putar ke kanan...air mulai keluar, hampir aku mau melakukan kewajiban lain...tiba-tiba.....pets!Air mati....akkkkHHHhhh!


Buru-buru kusambar handuk dan tempat sabun, buka pintu dan lari naik ke atas mencari kamar mandi di kamar atas. Beruntungnya aku ada anak kos yang baru aja keluar kamar, Sekar namanya.
" Dek...kamar atas ada air nggak?", tanyaku tergopoh-gopoh menaiki tangga dengan daster ijo tidurku.
" Ada mbak...di sana tapi...", dia menunjuk salahsatu kamar mandi paling pojok.
Hampir saja aku berlari kalau saja langkahku tak diketahui mbak kos yang tinggal menunggu wisuda itu. "Woiii,ngantrii....",teriaknya dari dalam kamar.
Langkahku terhenti dan dengan muka melas-kayak-Pus-di-film-Sherk aku berkata, "Aku kuliah jam 9 mbak..."
Dan walaaaaaaa...berhasil. Akhirnya aku bisa lolos juga kualifikasi pemakaian kamar mandi atas. Tapi nampaknya perjuanganku untuk mandi tak cukup sampai di situ aja. Baru juga aku sampai di depan kamar mandi, kulihat pintu kamar mandi sudah ditutup dan di keheningan pagi itu bisa ku dengar suara gerak di dalamnya.
" Mbak....masih lama nggak?", tanyaku sotoy.
Suara sang-empunya-kamar-samping-kamarku menyahut dari dalam, "Oh-bentarr lagii..."
Akhirnya aku diam saja mencoba menahan keinginan menggelora untuk mandi pagi. Sementi berlalu dalam keheningan....2 menit.....aku bosan.
Lirik kanan-lirik kiri nggak ada barang yang bisa dijadikan mainan atau apalah untuk mengusir kebosanan. Yang ada hanya jemuran, barang pecah belah yang belum sempat tercuci, handuk dan segala macam perlengkapan mandi dan di paling pojok itu ada sebuah rak sepatu. Aku manyun sendiri.

Tapi untunglah sebelum semuanya berakhir dengan keputusan 'cuci muka aja nggak usah mandi', sang-empunya-kamar-samping-kamarku, Mbak Eni keluar dan giliranku untuk mandi terjawab sudah.


Pagi ini...
Perjuanganku untuk mandi gara-gara keran mati, hanya bisa kunikmati 15 menit aja karena buru-buru takut telat kuliah -.-

Senin, 09 April 2012

Jelangkung???Saya???

Hari yang panas...
Lumayanlah UTS hari ini cuma satu matkul dan akan ada ujian lagi akhir minggu nanti (Hee). Dan panasnya hari ini nampaknya membawa beberapa cerita lucu dan tak terduga mampir di mata. Adalah aku yang sedang berjalan dari bank menuju kost. Biasalah dari dulu sampai sekarang aku selalu melewati jalan itu. Jalan samping tamtim (Taman Timur)-begitu cara mereka menyebutkan, lumayan sepi siang tadi. Kulanjutkan langkah dan disitulah aku mula meliat ada sesuatu yang berbeda di sana. Sesosok ibu-ibu dengan pakaian lusuh, duduk bersila di sudut jalan itu. Rambutnya yang sudah morat-marit digelung asal ke atas. Dan di depannya, sudah barang tentu adalah mangkok plastik tempat ia menaruh penghasilannya hari itu. Aku masih agak jauhan dari Sang Ibu, tapi baru saja aku sadar apa profesi Sang Ibu itu, tiba-tiba saja ada suara dari arahnya yang membuatku (entah kenapa spontan mengambil jalan yang berada di bawah).
" Nduk ayu....paring-paring mriki....tak dongakke lulus...Nduk...."
Aku menunduk saja, entah antara bingung atau malu disebut "ayu"--->Stresss!
" Nduk...kene Ndukk....paringi...."
Dalam hati aku memikirkan, 'Uang yang baru saja kuambil berwarna biru semua. Receh nggak ada pula, mampus!!'. Dan spontan saja aku hanya mengangguk saja sambil cengar-cengir ketika akhirnya berjalan dekat dengan Sang Ibu.
" Walah-monthak manthuk wae....kene lho Nduk..."
Aku mengangguk-angguk lagi.
" Monthak-manthuk...monthak-manthuk...koyo jelangkung...."
WHATTTT!!!!Hampir aku ingin berhenti dan memastikan bahwa kuping saya masih normal.
Si Ibu dengan PD-nya menyebut saya jelangkung????Hellowww....saya nggak ada mirip-miripnya sama setan datang-tak-diundang-pulang-tak-dianter itu ya.....


-----______-----"


Dan berakhirlah kisahku panas-panas siang tadi dengan teriakan Si Ibu yang masih menyebut saya "jelangkung" dari kejauhan. Tirai film-pun ditutup. Sekian.


Nduk: panggilan untuk anak perempuan dalam Bahasa Jawa
Ayu: cantik/manis (Jawa)
Paringi: kasih uang
Monthak-manthuk: mengangguk berulang kali dalam Bahasa Jawa
Koyo: seperti
Kene: kesini