Senin, 29 Oktober 2012

Tolong Jangan Halangi Jalanku


Hufh…hari ini rasanya pengen cepet-cepet berakhir dan berlalu. Habis ujian…rasanya pengen berlari secepat mungkin, pulang kekos, menutup telinga dengan headphone dan menulis sepuas-puasnya. Harusnya aku bisa lebih produktif daripada ini….harusnya (tersenyum miris)
Mungkin ini kali pertama aku menuliskan tentang apa yang kusebut PENELITIAN-KU, padahal rasanya sejuta kata ingin kuungkap di sini. Maafkan aku jika aku mengingkari janjiku sendiri untuk tidak mempost segala sesuatu tentang penelitian, tentang kegalauanku, tentang perihnya memberikan separuh waktuku untuknya. Dulu aku berpikir untuk tak mempostnya karena aku tak ingin mengingat segala sakitnya, segala pedihnya, aku hanya ingin memberikan metamorfosa bahagia atas prestasiku ini tanpa mengungkit kembali apa yang telah kurasakan. Ahh…..nyatanya aku tak kuat. Lebih baik memang memendamnya sendiri, tapi aku juga tak cukup kuat. Aku butuh pencurahan, hanay tempat curahan….yang endingnya aku pulang buru-buru (lebih tepatnya dengan langkah loyo) sore ini, menyalakan laptop, memasang winamp dan menyalakan music keras-keras. Sebentar saja aku ingin menikmati duniaku sendiri.
Sekali lagi kusinggung tentang penelitian. Bukan-bukan penelitiannya yang membuatku sebal, bukan pula aku malas jika harus tiap hari ke lab hanya untuk mencari-cari pekerjaan sepele (seperti missal mencuci petri yang sudah kulakukan berkali-kali hingga mungkin sudah ada 500 lebih petri yang kucuci-gunakan-kucuci-gunakan kembali). Aku hanya akan ingat nama itu. Nama yang selalu membuatku muak jika ingat hari ini ada jadwal ambil sample, muak jika ingat hari ini aku harus ke lab, muak jika ingat aku masih berstatus mahasiswa sementara dia dengan seenak jidat berlagak seolah presiden padahal seharusya statusnya adalah ‘membantu mahasiswa’ yang ingin berusaha lulus tepat waktu.
Apa aku salah???Apa aku salah jika aku ingin setiap waktu datang ke lab hanya demi menyelesaikan seluruh pekerjaanku agar aku tak terbebani di kemudian hari?

Tapi dia beda, akh...dia lagi....
Sejak kegagalan ambil data lingkungan yang ke-2, seolah-olah tak pernah ada maaf buatku. Seolah-olah aku tak dianggap olehnya. Arrrrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!


Hari ini aku harusnya bisa menyelesaikan pekerjaanku, harusnya begitu. Tapi dia mengacuhkanku seolah aku ini seonggok daging tanpa hati yang datang meminjam kunci padanya dan pantas untuk dia acuhkan. Aku berdiri bimbang, ragu untuk menyapa ataupun bertanya. Bagiku jika berhadapan dengan orang itu, lebih baik diam daripada aku harus menelan kekecewaan.

" Pak, saya mau pinjam kunci sebelah"
Tak ada jawaban. Aku mencoba mencari kunci di laci, tak ada. "Lho, kok gak ada ya pak?"
Diam lagi. Aku bahkan tak berani menatapnya.
Aku mulai kesal. Beberapa menit kusibukkan diri dengan memberesi plastik yang berserakan (yang lebih tepatnya hanya kutata saja tanpa bermaksud lebih) menunggu respon atau apapun yang bisa menolongku. Masih diam hingga akhirnya dia berkata kepada dosen muda yang ruangnya di sebelahnya, " Rum..mau kapan?"

Mbak Arom pun menyahut, " Nanti saja Pak..."


Akh-batinku dalam hati,'Tak ada gunanya. Dia sudah menendangku sebelum aku datang kemari'


K*mp*et!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Klo boleh aku mengumpat sekarang, "Biasa aja sih pak kenapa? Kamu bukan dosenku juga, sok sok-an banget sih kerjaannya cuma menghalangi saja. Dosa tauk pak klo kayak gitu...niatku juga baik ngomongnya juga baik.....ikh....sok banget sihhhh!!!"



Fiuh....
Sudahlah, bikin kecewa saja...



-Tolong Jangan Halangi Jalanku- itu saja....

Sabtu, 29 September 2012

"KaU"

Sekali lagi ini tentang kegalauan...
Seperti yang semenit lalu kutulis dalam twitter " Kadang memang sulit untuk melupakan, tapi apalah daya... "
Ya...ini semua tentang kegalauanku untuk meninggalkanmu.

Tahun 2009 ketika pertamakali aku melihatmu, waktu itu engkau masih sibuk mempersiapkan penampilan untuk upacara MABA-ku.

" Wah mbak itu marching ya.....", masih ingat aku kata-kata pertamaku saat aku melihatmu. Sejak itulah kemudian aku menyatakan diri 'aku ingin bermain denganmu, aku ingin mengenalmu lebih jauh'.
Beberapa minggu kemudian ketika kamu telah menyatakan untuk membuka diri, aku datang mendekatimu dengan perasaan campur aduk. Maklumlah aku masih dalam masa transisi, masih belum siap untuk sekedar kenal denganmu. Ahh waktu itu.....aku benar-benar belum siap. Baru beberapa hari aku sudah kalah dan mundur darimu.


Mundur.....bukan berarti kalah, aku mundur.....untuk mempersiapkan langkah ke depan lebih jauh. Beberapa kali percobaan kuusahakan, dari mulai mendaftar sebagai AT (Anggota Terbatas) pada bulan Juni, mengikuti audisi tokoh yang akan kau tampilkan saat GPMB XXVI di Istora Senayan Jakarta, tetapi semuanya gagal. Akhirnya....tahun 2010, ketika aku sudah tak mampu lagi membendung keinginanku mengenal dirimu, kupasang muka tebal-tebal untuk berjalan ke arah Gelanggang Mahasiswa saat hari pertama Gelex (Gelanggang Expo) dibuka. Masih ingat aku, ketika namaku adalah urutan ketiga yang kutulis sebagai pendaftar sebelum kemudian aku pulang untuk menanti jadwal placementtest.
Tak sabar rasanya diriku hingga saat itu, tibalah saat yang kutunggu-tunggu...placementtest yang akan menentukan di section mana aku nantinya akan bermain bersamamu.



" COLOUR GUARD...PLETON A "
Bukan pleton yang bisa dibanggakan saat itu, namun dialah yang membawaku memasuki gerbang pertemuanku denganmu.



Bersamamu.....
Ahh-aku masih sangat ingat ketika awal aku seolah-olah menjadi bayi yang kemudian dirawat oleh pelatih dan tumbuh makin hari semakin kuat. Aku masih ingat rasanya ketika awal-awal aku belajar toss, hampir seluruh tanganku berwarna biru, hampir setiap minggu jidat dan pipiku bertambalkan handsaplast. Aku tak kesakitan....aku tak berusaha menghapusnya. Aku bangga...aku bangga karena aku berusaha...meski terkadang hasil yang kuciptakan sendiri justru menyakitiku, tapi aku tak menangis....aku tak kesakitan.

Kau tahu....aku selalu belajar di setiap penampilan bersamamu. Aku selalu berusaha memperlebar senyumku dan menikmati setiap show bersamamu, aku selalu bangga ketika aku akhirnya mampu melewatinya bersamamu.

Tahun-tahun bersamamu....
Meski kadang banyak pengeluaranku untukmu, tapi rasanya tak terlalu berarti setelah akhirnya aku lalui hari-hari denganmu. Oya....tahu nggak, bahkan selama proses menuju GPMB XXVII Desember 2011 lalu, berat badanku turun hingga hanya tersisa 37 kg lho :)

Ahh...tahun ini...kamu semakin hebat saja hee :)
2013 Goes To Malaysia

Bangga aku mendengarnya. Ingin rasanya aku bersamamu sekali lagi, tapi apalah daya....


Aku tak sanggup untuk saat ini bersamamu lagi. Telah kuputuskan untuk fokus pada penelitianku hingga Januari 2013. Setelah itu aku harus PU SILIN, KKN dan akhirnya menulis SKRIPSI. Waktuku hanya tinggal 1 tahun...tak banyak.
Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk itu.


MB UGM....
Mungkin aku hanyalah segilintir player yang tak rela meninggalkanmu saat ini
Aku bukanlah pelatih, aspel, pH, manajer, FC atau siapapun yang sekiranya punya jabatan berarti untukmu
Aku hanyalah seorang player yang telah memutuskan untuk stop berkarya denganmu saat ini
Aku masih ingin....sangat ingin malah...
Tapi sudah tak sanggup untuk sekarang
Sudah waktunya aku mengorbankanmu untuk mencapai hal lain dalam hidupku
Kuharap kau memang yang terbaik bagiku
Goes to Malaysia bukanlah main-main
Buktikan Indonesia juga punya band sehebat dirimu
Saat aku rindu....masih bolehkah aku mengingatmu?




Penelitianku....
Capekkk rasanya tiap hari ke kampus dari pagi - sore hanya di lab, ngurus ini itu nyuci ini itu pengamatan ini itu...

Capekkk.....! Rasa-rasanya hidupku hanya untukmu saja...
Kuliah beberapa kali sudah kutinggalkan demi dirimu....
Kaulah hal besar yang lain dalam hidupku
Lama sudah aku berjuang bersama MB UGM, sekarang waktunya aku berjuang bersamamu
Kuharap kita bisa bekerjasama ya :)
Jangan kecewakan aku hingga akhir....
Kalau kita bersatu pasti semuanya akan sempurna :)
Ingat ya....Agustus 2013 aku harus sudah memakai toga...

                                                                                                      Mari berjuang sama-sama ^_^



Selasa, 25 September 2012

Go Back

Finally I wanna write again...
Terakhir posting Juni 2012

Juli, Agustus, dan sekarang September hampir habis. 3 bulan penuh cerita 3 bulan tanpa ukiran pena di atas lembaran virtual ini.

Juli - Agustus adalah dimulainya kehidupan baru di PU (Praktek Umum) Getas 2012 - PU PHL (Praktek Umum Pengelolaan Hutan Lestari). 1 bulan full berada di sekitar hutan jati yang membuat kita semua alay hanya dengan melihat Indomaret. Pengalaman puasa di tanah orang dan dengan segala keterbatasan kami, lalu diakhiri dengan acara perpisahan kecil-kecilan. Sekarang hanya bisa berharap dan berdoa menunggu hasil dan nilai keluar di portal.


Selesai PU, masih di bulan yang sama...Lebaran-pun dimulai. Sedikit berbeda karena merasakan kebahagiaan Lebaran dengan adanya seseorang yang siap menerima sembah sungkem kita selain ortu tentunya. (Aa <3)


Liburan dan liburan....
Then come back to my campuss
Dihadang semester yang tinggal sedikit tapi harapan nilai untuk cumlaude (atau setidaknya mepet2lah) masih di depan mata, membawaku memutuskan mengambil 21 sks dengan 18 sks adalah pendalaman (kata lain dari : matkul mengulang) dan 3 sks untuk penambah nilai (Aamin)


Dan semester ini pun sudah dihadapkan dengan penelitian. Agak repot juga awalnya, tiap Kamis harus ke Wanagama, sabtu-minggu nglembur bikin media. Tapi tak apalah....sebagai anak marching InsyaAllah saya bisa ^_^ (udah terbiasa ceritanya) hee...Aamin semoga jalannya diridhoi ya...
Penelitian masih sampai Januari.....(Ganbate)
Jalan masih panjang, masih ada tanggungan PU SILIN, KKN, dan SKRIPSI :) ---> Harus full semangat ne biar apa yang didambakan tercapai Aamin ^_^



Oya, kegiatan sekarang cuma kuliah dan nge-lab (istilah baru untuk dunia baru). Marching udah mulai jarang, tergantung waktu, untuk sementara digantungkan saja dulu untuk fokus ke penelitian.


Aa.....ahh-kalau bicara soal lelaki ini bingung juga mau ngucapin syukur seperti apa lagi. Sabar sekali dan selalu memberikan charge senyum untukku. Terimakasih cinta, terimakasih segalanya....tak mampu kubalas semuanya, semoga berkah dan anugerah selalu tercurah untukmu sayangku :-*

Yah mungkin itu dulu sebagai pengantar aktif kembalinya blog-ku, hanya sekedar ingin berbagi. Bahwa hidup ini perjuangan dan tk ada perjuangan yang tanpa peluh serta tak ada peluh yang tak menghasilkan sesuatu :)
Selamat Beraktifitas :D
Semangat kembali ^_^




Checklist aktivitas Juli - September 2012 =
                                                            PU-PHL Getas (Kelompok 4)



                                                                         Happy Ied


                                                    Me n You in event at Pati, Central Java




Senin, 25 Juni 2012

1 JAM = 40 MENIT



Hari ini, Selasa 25 Juni 2012. Teknik Silvikultur jam 07.15-09.00 ruang VI nomor 20
Satu kisahku hari ini, sebagai mahasiswa tingkat (hampir) akhir, aku mungkin termasuk yang bisa dibilang fuck banget. Ya gimana enggak, hari ini aku terbangun pukul 03.00, belajar khusus buat hari ini, tapi......kenapa aku bisa telat datang ujian, sekali lagi ujian bukan kuliah dan telatnya....
1 JAM!


 Ini kisah lengkapnya:
Dan pagi ini dimulai dengan sesuatu yang "sempurna". Bangun pukul 03.00 tepat sesuai rencana. Karena ujian jm 07.15, ada baiknya untuk belajar dulu :)

Hingga pukul 05.00 masih sempet update status "desfect core" setelah baca suatu kalimat di buku Silvikultur dan entah kenapa, tiba-tiba saja aku sudah merasa ujian.


--------------------


But reality: aku tertidur dan baru bangun JAM 8 BROOOOOOOOOOOOO....
Sadar ujian telah dimulai 1 jam yang lalu, bergegas mengambil apapun yang bisa dipakai dan langsung ngacir ke kampus.


Entah alasan apa yang bisa membuat 2 penjaga dan 1 dosen itu memperbolehkan aku untuk tetap ikut ujian (sembah nuwun) dengan catatan waktunya hanya sampai akhir ujian saja, sama dengan yang lain.....40 menit saja.


Pak dosen, " Mbaknya berani dengan waktu segitu?"
" Ya pak saya berani", berusaha menampakkan wajah yakin dibalik kumal dan rusuhnya wajahku.

Akhirnya seperti di film-film aku langsung masuk dan mengerjakan soal tanpa melihat petunjuk soalnya, tanganku gemetaran tapi otakku berusaha mencerna soal essay itu dengan cepat. Walhasil.....6 soal terselesaikan hanya dalam waktu 40 menit dan hanya satu hal yang kulupakan GARIS TEPI (itulah akibatnya aku tak membaca petunjuk soal, bahwa jawaban di kertas folio dengan garis tepi 3 cm). Sudahlah...hanya bisa berharap saja.

Yang kuyakin adalah.....aku tak merasa jawaban-jawabanku cukup mewakili point-point yang harus ada (mungkin akan berbeda ceritanya kalau aku tak terlambat yaitu tulisan akan sangat banyak dan point2nya baru nemu di menit-menit terakhir). Tapi kali ini semoga saja......


Hari ini....BERBEDA. Satu lagi ceritaku yang jelas sangat berwarna.

Minggu, 24 Juni 2012

The Qoutes


Pernah merasakan bahwa diri kita bukanlah diri kita seutuhnya? Mudahnya....pernahkah kehilangan kepercayaan diri tentang kemampuan diri? Sedang mengalaminya? Ya, aku sedang mengalaminya kawan.


Bukan dalam masalah aku tak confident untuk tampil di depan umum, bukan yang seperti itu, tapi lebih kepada pencitraan terhadap diri pribadi akan kemampuan diri yang terombang-ambing oleh lingkungan dan pemikiran - pemikiran negatif (maafkan kalau bahasaku mungkin agak sulit dimengerti)

Mungkin saja kamu pernah menginginkan melakukan sesuatu yang hingga kini tak pernah terealisasikan olehmu. atau kamu pernah punya masalalu yang membawamu pada pemikiran bathin yang makin bertambahnya umumr mungkin akan membuatmu sadar bahwa suatu hari lalu kamu bisa melewatinya, kenapa sekarang justru takut???


Itulah kawan. Ketakutan dan kekhawatiran. Musuh terbesar kepercayaan dan energi-energi positif. Aku pernah baca bahwa kemampuan pribadi akan ditentukan oleh pemikiran kita hari ini (Anonim). Kalau misalnya saja hari ini aku ujian tapi aku berpikir aku gagal, bisa dipastikan 70% energi kegagalan akan masuk dalam tubuh dan hanya 30%-nya saja yang masih berfungsi untuk meyakinkannya. Sama halnya dengan aku tak tak yakin dengan sesuatu, ekstremnya bisa dipastikan 90% kegagalan untuk menyelesaikan sesuatu itu. Hal tersebut berlaku sebaliknya, aku yakin 100% dapat nilai A, Insya Allah Tuhan Maha Adil.

Lalu bagaimana kalau ketidakyakinan itu muncul tanpa kita sadari atau mungkin kita ingin menghapusnya, tetapi tak tahu bagaimana caranya?
Tiba-tiba saja aku mendapatkan ide kawan. manusia adalah makhluk visual, apa yang dia lihat akan menjadi kebiasaan untuknya. Selain itu manusia juga audioable bahwa apa yang dia dengar juga akan menjadi kebiasaan untuknya. Segala kebiasaan itu nantinya akan tertuang dalam sikap dan tindakan dalam rangka mengeksekusi setiap apa yang dia dengar dan dia lihat. Satu cara yang selalu bisa dicoba adalah biasakan menulis, melihat dan melakukan hal-hal baik. Hal baik bisa beragam. Dalam segala kondisi segalanya bisa dilakukan kemudian tinggal kepercayaan yang mengambil alih.




Kadang aku ingin mengatakan pada diri sendiri untuk " BERANILAH BERMIMPI"

atau...


" YAKINLAH BAHWA SETIAP KEGAGALAN ADALAH LANGKAH TERJITU MENUJU KEBERHASILAN "

atau...


" SAINGAN TERBESAR MANUSIA ADALAH KETAKUTAN, KALAHKAN ITU MAKA JALAN MULUS DI DEPAN "


atau....


" MENJADI SEORANG WANITA ITU TAK SALAH, YANG SALAH HANYALAH KENAPA PERASAAN TAKUT ITU KITA PELIHARA "


atau....


" UNTUKMU CINTA, AKAN KUTUNJUKKAN BAHWA APA YANG MEREKA SANGKA SEBELUMNYA BUKAN REALITA "


atau....

" SATU TAPAK KEBERHASILAN, MENJANJIKAN LEBIH BANYAK KESUKSESAN "


atau....


" HIDUP ITU PERJUANGAN, YANG HARUS DILAKUKAN...TINGGALKAN RASA MALAS DAN MULAILAH SINGSINGKAN LENGAN "


atau...



" KAMI INI DICIPTAKAN SEBAGAI PEJUANG :) "


atau...

" AKU BISA BAHAGIA "

Rabu, 20 Juni 2012

Get Well Soon

Tuhan...memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita berikan


" Tuhan....
Berikan kami ketabahan, kesabaran dan kelapangan di setiap kesesakan dan kebimbangan ini
Berilah kami kelapangan dari setiap kesempitan yang menghadang
Untuknya yang sedang terlelap dalam bunga tidurnya, bersenang-senang bersama alam khayal dan imajinasinya
Katakan bahwa ingin rasanya menghapus segala bentuk kesakitan yang kini sedang kau rasakan
Sembuhkan dia Tuhan....
Buat dirinya tersenyum lagi seperti hari lalu aku melihatnya
Buat dia tabah dengan segalanya
Bahwa aku selalu berusaha menjaga Perahu Kertas bersamanya
Ingin rasanya mendekap tubuhnya untuk sekedar menurunkan panas suhu tubuhnya
Ingin rasanya membelai lembut wajah dan rambutnya untuk membuat pusingnya mereda
Katakan padanya bahwa hari esok akan lebih baik
Katakan padanya bahwa akan selalu ada senyum bahagia menantinya saat dia membuka mata
Sembuhkan dia Tuhan...
Hilangkan segala bentuk kesakitan yang dia rasakan, cukuplah untukku saja...bukan dia "


Untuknya yang saat ini kembali diuji dan sedang terlelap dalam mimpi.
Get well soon
^_^


(kutulis ini agar suatu saat nanti kita akan selalu ingat)

 


Senin, 18 Juni 2012

KISAH CEMPLUK


Siapa yang akan tahu kalau sebenarnya kesalahan yang kita buat dimasalalu justru membuka gerbang keberhasilan dimasa sekarang. Cerita ini mungkin tak semenarik cerita cinta para putri raja dan memang para tokohny juga tak ada yang keturunan raja, tapi kalau raja bonar mungkin ada. Kisah cinta yang dibumbui kenyataan bahwa ini mungkin hanya fiktif belaka semakin menarik perhatian bahkan para penonton sepakbola (okelah-malah ngelantur).
Maka dikisahkan pada suatu hari yang panjang dimana seorang gadis bernama Cempluk mulai merasakan bahwa hidupnya membosankan. Ketika dia berjalan di lorong kampusnya yang mirip sebuah rumah sakit ternama, tiba-tiba dia menemukan sebuah brosur  dengan tulisan:
“ PENDAFTARAN ANGGOTA BARU MARCHING BAND”
Dengan senyum mengembang dan angin semilir di sekitarnya, cerita pun dimulai.
----------------------------------
“ Siapp grakk…”
“ Band horn up…”
“ March time march and tu wa ga…”
“ Kiri-kiri-kiri…”
Aku melirik ke samping dan batinku saat itu, ‘ Kenapa kanan tak pernah disebukan? Toh itu akan berguna agar suasana latihan tak membosankan’
Jadi bayanganku saat itu, “March time march and tu wa ga…kiri-kanan-kiri-kanan-diam sedetik-kanan-kiri-kanan…”
Itulah kawan, sepenggal kegiatan ketika kita sedang latsar alias latihan dasar. Hal ini perlu dilakukan sebelum akhirnya kita mendapat materi yang lebih tinggi tingkatannya.
Oke-mungkin kita sebelumnya belum pernah bertemu ataupun kenal. Tapi tentu saja kamu akan tahu aku ini siapa karena sebentar lagi aku akan memperkenalkan diri. Akhir-akhir ini manusia sudah nggak bisa lepas dari yang namanya jejaring sosial. Dari mulai anak-anak ababil hingga yang udah tua-tua kenal dengan yang namanya facebook dan kini mulai meningkat kepada twitter. Tak mau dibilang ketinggalan jaman, meski muka tak pernah se-update fashionista, aku juga punya situs jejaring sosial itu. Awalnya biasa saja hingga aku mulai keranjingan update sana-sini hanya sekedar mengusir kejenuhan atau mengisi waktu luang. Lalu kemudian aku mulai kuliah dan jejaring sosial itu tak sekedar jadi situs update status doang, tapi udah mulai bermartabat perannya sebagai pencari teman baru terutama karena posisiku waktu itu masih jomblo (lalu???ohh-forget it)
Dan dimulailah kisahku bersama nama dari situs jejaring sosialku. Aku tak akan menyangka namaku akan terkenal dan jadi bahan olok-olokan menyenangkan semenjak aku masuk marching. Tak akan ada yang mengetahui bagaimana namaku bisa menjadi berbeda dari nama asliku, tapi tenang aku akan bercerita.
Dikisahkan bahwa jaman dahulu kala, saat di SMA aku memang mempunyai panggilan akrab. Setidaknya hanya teman-teman terdekatku sajalah yang memanggilku seperti itu dan seingatku itu hanya saat aku kelas XI saja. Panggil aku Cempluk. Entah asal muasalnya darimana tapi yang jelas sahabatku memanggilku seperti itu karena posturku saat itu yang masih cubby. Cempluk merupakan bahasa Jawa yang artinya cubby dan begitulah, saat situs jejaring sosial mulai meracuni otak-otak anak sekolahan termasuk aku, aku menamainya dengan Niets Cempluk. Mungkin dibilang alay namaku jika itu kubuat tahun sekarang. Api dulu ketika awal-awal meledaknya fesbuk, aku justru berpikir ulang untuk memakai nama asliku, takut ketahuan (hee). Dan di situlah. Tak bermasalah setelahnya aku memakai nama itu untuk situs jejaring sosialku dan teman-temanku tetap memanggilku dengan nama asliku. Benar-benar tak bermasalah. Hingga suatu hari, ketika aku ditakdirkan untuk masuk marching band dan bertemu dengan spesies-spesies yang sebelumnya belum pernah kukenal, aku mulai menyadari efek dari nama situs jejaring sosialku. Entah setan apa yang merasukiku waktu itu, tapi aku sangat keranjingan marching band beberapa bulan sebelum aku benar-benar bisa mendaftar ke sana (untuk yang kedua kalinya, bagian ini tak perlu kuceritakan di sini). Kurelakan hari-hariku ketika mereka tampil berparade atau yang lain untuk datang dan memfoto mereka. Aku sebenarnya tak ingin mereka mengenalku, tapi karena memang aku sudah berkawan dengan mereka di fb, iseng-iseng kutaq saja foto-foto mereka disana. Dan ketika aku benar-benar bisa merasakan suasana latihan, mulailah mereka tahu siapa aku sebenarnya.
Berkawanlah aku dengan Ical dan Ella. 2 spesies antik di section colour guard kami. Ical terutama biang keroknya karena dia entah iseng entah kenapa tertarik mencari namaku di google. Bukan kawan, bukan nama asliku tapi nama mediaku alias Cempluk. Lalu entah bagaimana caranya tiba-tiba semua orang memanggilku Cempluk.
Hahahaha-aku bahkan ingin tertawa sekarang kawan. Bagaimana nama itu tiba-tiba bisa terkenal begitu saja, padahal dulu orang jelas tak akan melirik siapa atau apa cempluk itu, hee :P. Tak berhenti sampai di situ kami satu tim bahkan punya yel yel tentang Cempluk.
“ Cemplak Cempluk Jos!”, kau pasti akan mendengarnya tiap kali kami tos.
Haaa-aku bagaikan boneka bagi mereka kawan. Tapi boneka kesayangan, so aku nggak akan merasa telah dibully. Karena entah kenapa, tapi aku memang tak pernah marah walau mereka menyanyikan lagu ulang tahun versi Cempluk.
“ Happy Birthday to you…Cemplak Cempluk Jos…Happy Birthday to you…Cemplak Cempluk Jos….”
Atau lagu Maju Tak Gentar
“ Maaaajuuuu tak gentarrrrrr….membeeeelaaaa yang benarrr…Cemplak Cempluk Jos…”
Semua itu seperti es di gurun yang panas. Penyejuk saat masalah datang dan tim kreatif di balik itu semua benar-benar telah membawakanku sebuah kebahagiaan.