Minggu, 15 April 2012

SENYUM ITU

Kesedihan...
Kekecewaan...
Kemanakah harus kuungkapkan? Gadis kecil itu menatap nanar ke dalam lautan di depannya. Ia butuh keajaiban untuk menghapus segala hal yang membuatnya kecewa hari itu. Tapi....
" Harusnya kamu bisa melakukannya sendiri "
Gadis itu diam. ' Sendiri ' kata yang menyakitkan. Haruskah ia memang melakukannya sendiri. Lalu dimana orang-orang yang mau membantunya. Sudah tak adakah?
" Bukan masalah besar kalau sejak awal kau sudah merencanakannya dengan baik "
Sekali ini gadis itu diam saja. Kesalahan. Ya...dia sadar ini adalah kesalahan yang mungkin dapat dihindari kalau ia merencanakannya dengan baik. Tapi....kesalahan, haruskah tetap bertahan menjadi kesalahan? Bukankah kesalahan sejatinya adalah ilmu terbaik untuk mendapatkan pelajaran berharga?
Deburan ombak membuatnya sadar. Ia memang tak lagi melakukan sesuatu yang benar.
Perlahan-lahan, ia mulai terisak.

' Mau sampai kapan ini berakhir? Sebuah masalah tanpa pemecahan. Sebuah konflik yang harus dihindarkan ', kata hatinya berkecamuk.

Tangisnya runtuh bersama deburan ombak yang menghempaskan percikan air ke wajahnya. Terpaan angin membuat wajahnya kuyu.

Lalu senyum itu muncul kembali dalam bayangannya. Menariknya menjauh dari bayangan tentang segala kekecewaan, segala kesedihannya hari itu. Senyum itu hangat dan menenangkan. Gadis itu terhenyak sesaat. Ada setitik harapan di sana yang membuat air matanya surut. Sebuah keikhlasan untuk membantunya kembali berdiri ketika sebuah lubang membuatnya jatuh. Ada dia...ada senyum itu....ada tawa itu....yang membuatnya yakin, ia mampu berdiri lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar